Minggu, 12 Juli 2015

Judul


SEBUAH ikatan sebelum halal hanya permainan. Beribu kali pun ia berbicara serius, sudah barang tentu itu adalah bualan belaka. Wahai para gadis, sudahlah. Tak usah percaya bualan mereka. Kesucianmu seharusnya dijaga hingga seseorang lelaki jantan datang menemui ayahmu untuk menikahimu.

Lagi-lagi saya miris melihat anak-anak belia bahkan masih berseragam putih merah, terlihat malu-malu kala menerima whatsapp dari teman prianya. Belum lagi mereka yang berseragam putih biru yang tak malu lagi bergandengan tangan meniru idola mereka yang bermain GGS. Mereka tersesat.

Lebih parah lagi, anak-anak SMA yang sedang menempati kadar kelabilan yang tinggi, terhipnotis oleh rayuan korea dan idol Pop. Mereka sudah tak peduli lagi masa depan mereka. Tak peduli lagi akan cita-cita, atau mungkin tak ingat lagi kucuran keringat orang tua yang tiap hari bekerja hanya untuk membiayai anaknya sekolah.

Dunia semakin reyod, seperti kursi yang jika tidak diberikan penyangga ia akan ambruk.


Minggu, 25 Januari 2015

Kenali Pola Asuh Anak Anda





Pola Asuh anak yang dipakai setiap keluarga pastilah berbeda-beda. Setiap orang tua mempunyai gaya tersendiri dalam mendidik anak. Yang harus ditekankan adalah harus ada kerjasama antara ayah dan ibu. Jangan sampai ayah dan ibu menerapkan pola yang berbeda. Jika demikian anak akan kebingungan dibuatnya.

Menurut Baumrind bahwa ada empat tipe pola asuh, diantaranya adalahsebagai berikut:

1.      Pola Asuh Demokratis
Pola asuh demokratis adalah pola asuh yang memprioritaskan kepentingan anak, akan tetapi tidak ragu-ragu mengendalikan mereka. Orang tua dengan pola asuh ini bersikap rasional, selalu mendasari tindakannya pada rasio atau pemikiran-pemikiran. Orang tua tipe ini juga bersikap realistis terhadap kemampuan anak, tidak berharap yang berlebihan yang melampaui kemampuan anak. Orang tua tipe ini juga memberikan kebebasan kepada anak untuk memilih dan melakukan suatu tindakan, dan pendekatannya kepada anak bersifat hangat.  Pola asuh ini menghasilkan karakteristik anak anak yang mandiri, dapat mengontrol diri, mempunyai hubungan baik dengan teman, mampu menghadapi stress, mempunyai minat terhadap hal-hal baru, dan koperatif terhadap orang-orang lain.


2.      Kedua Pola Asuh Otoriter
Sebaliknya dari pola asuh demokratis, pola asuh otoriter ini cenderung menetapkan standar yang mutlak harus dituruti, biasanya dibarengi dengan ancaman-ancaman. Misalnya, kalau tidak mau makan, maka tidak akan diajak bicara. Orang tua tipe ini juga cenderung memaksa, memerintah, menghukum. Apabila anak tidak mau melakukan apa yang dikatakan oleh orang tua, maka orang tua tipe ini tidak segan menghukum anak. Orang tua tipe ini juga tidak mengenal kompromi, dan dalam komunikasi biasanya bersifat satu arah. Orang tua tipe ini tidak memerlukan umpan balik dari anaknya untuk mengerti mengenai anaknya.
Pola asuh otoriter akan menghasilkan karakteristik anak yang penakut, pendiam, tertutup, tidak berinisiatif, gemar menentang, suka melanggar norma, berkepribadian lemah, cemas dan menarik diri.

3.      Ketiga Pola Asuh Permisif
Pola Asuh Permisif atau pemanja biasanya memberikan pengawasan yang sangat longgar. Memberikan kesempatan pada anaknya untuk melakukan sesuatu tanpa pengawasan yang cukup darinya. Mereka cenderung tidak menegur atau memperingatkan anak apabila anak sedang dalam bahaya, dan sangat sedikit bimbingan yang diberikan oleh mereka. Namun orang tua tipe ini biasanya bersifat hangat, sehingga seringkali disukai oleh anak.
                                                  
4.      Pola Asuh Penelantar.
Orang tua tipe ini pada umumnya memberikan waktu dan biaya yang sangat minim pada anak-anaknya. Waktu mereka banyak digunakan untuk keperluan pribadi mereka, seperti bekerja, dan juga kadangkala biayapun dihemat-hemat untuk anak mereka. Termasuk dalam tipe ini adalah perilaku penelantar secara fisik dan psikis pada ibu yang depresi. Ibu yang depresi pada umumnya tidak mampu memberikan perhatian fisik maupun psikis pada anak-anaknya.

Itulah empat jenis pola asuh menurut Baumrind. Anda termasuk yang mana?